IPTEKES

UNESA Perkuat KAPASITAS Desa Binaan OlahRaga Sebagai IMPLEMENTASI Desain OlahRaga Daerah Kabupaten MAGETAN

Magetan-KIO. Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus memperluas kiprahnya dalam pengembangan olahraga berbasis masyarakat. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk Penguatan Kapasitas Desa Binaan Olahraga sebagai Implementasi Desain Olahraga Daerah (DOD) Kabupaten Magetan, yang dilaksanakan di Kelurahan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, 12 Juli 2025.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Mochamad Purnomo selaku Direktur UNESA Science Center, Hijrin Fithroni, dan Muhammad Dzul Fikri, yang secara bergantian memberikan pendampingan kepada para pengelola Kampung Olahraga Kelurahan Takeran. Para peserta yang berasal dari unsur masyarakat, penggerak olahraga, dan perangkat kelurahan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Dalam suasana yang akrab dan partisipatif, para narasumber mengajak peserta untuk memahami kembali makna desa sebagai ruang sosial tempat tumbuhnya budaya olahraga. Diskusi dibuka dengan pemaparan mengenai strategi mengelola kegiatan olahraga di tingkat desa, mulai dari mengenali potensi lokal hingga merancang kegiatan yang sesuai dengan karakter masyarakat.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu desa membangun program olahraga yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak langsung bagi warga. Selanjutnya, kegiatan berkembang ke arah yang lebih praktis ketika para peserta diajak berbagi pengalaman mengenai ragam olahraga masyarakat yang berkembang di wilayah mereka. Dari permainan tradisional hingga aktivitas kebugaran sederhana, semua diulas sebagai bagian penting dari upaya menumbuhkan partisipasi olahraga.

Diskusi menjadi dinamis saat para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi—dalam mewujudkan kampung olahraga yang mandiri dan inovatif. “Kampung olahraga bukan sekadar tempat bergerak, tetapi wadah yang membentuk budaya hidup sehat dan semangat kebersamaan masyarakat. Melalui pendampingan ini, UNESA ingin memastikan setiap desa mampu mengelola potensinya secara terarah dan berkelanjutan, ”ujar Mochamad Purnomo, Direktur UNESA Science Center.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Desain Olahraga Daerah (DOD) yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pembangunan olahraga. Dengan penguatan kapasitas melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi, diharapkan Kelurahan Takeran dapat tumbuh menjadi model desa binaan olahraga yang menginspirasi daerah lain dalam membangun budaya olahraga yang partisipatif, sehat, dan berkelanjutan. RED-RIF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 10 seconds