Tim PKM Unesa Kenalkan Functional Training kepada Siswa SMA Negeri 3 Sidoarjo melalui Program “Gym to School”
SuraBaya-KIO. Universitas Negeri Surabaya kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program “Gym to School”, sebuah inisiatif untuk memperkenalkan konsep latihan functional training kepada pelajar sekolah menengah atas. Bertempat di aula olahraga SMA Negeri 3 Sidoarjo, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan melibatkan total 50 siswa dari kelas X dan XI, serta didampingi oleh 10 guru pendamping. Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah, Bapak Syaiful Arif, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara pendidikan tinggi dan sekolah menengah. Menurutnya, pelajar SMA perlu mendapatkan edukasi terkait pola latihan modern yang aman, efektif, dan relevan dengan kebutuhan kebugaran saat ini.
Program “Gym to School” ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Unesa dalam memperluas akses edukasi kebugaran kepada masyarakat, khususnya remaja sekolah. Functional training dipilih sebagai materi utama karena jenis latihan ini menekankan gerak-gerak alami tubuh yang bermanfaat langsung dalam aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan latihan konvensional yang fokus pada bagian tubuh tertentu, functional training membantu meningkatkan kekuatan, stabilitas, mobilitas, dan koordinasi secara keseluruhan. Seiring maraknya gaya hidup sedenter pada remaja, khususnya akibat penggunaan gadget yang tinggi, latihan ini dianggap mampu menjadi solusi untuk mengurangi risiko penurunan kebugaran dan masalah kesehatan di usia muda.
Kegiatan dimulai dengan sesi stretching yang dipimpin oleh tim PKM Unesa bersama dua instruktur pendamping. Sebelum siswa diarahkan ke lima pos latihan, mereka diberikan pemahaman dasar terkait tujuan pemanasan, cara melakukan gerakan dengan benar, serta pentingnya teknik pernapasan. Para siswa terlihat sangat antusias; peserta yang awalnya tampak ragu-ragu mulai mengikuti setiap instruksi dengan penuh semangat. Beberapa guru pendamping bahkan turut bergabung untuk mencoba gerakan pemanasan. Instruktur menjelaskan bahwa stretching yang tepat sangat penting agar tubuh siap menghadapi rangkaian latihan berikutnya. Gerakan pemanasan meliputi dynamic stretching seperti leg swings, arm circles, hip openers, serta mobility drill ringan untuk pinggul dan pinggang. Selain untuk menghindari cedera, sesi pemanasan ini juga membantu siswa mengembangkan kesadaran gerak (movement awareness), suatu kemampuan yang sangat diperlukan dalam latihan fungsional.
Setelah sesi pemanasan, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diarahkan menuju lima pos latihan yang sudah disiapkan oleh tim PKM. Setiap pos memiliki durasi latihan tertentu, dilanjutkan dengan rotasi sehingga seluruh siswa dapat mencoba setiap gerakan. Adapun lima pos tersebut adalah lunges, lateral raises, squat, medicine ball slams, dan russian twist. Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak bersemangat dan menikmati sesi latihan. Tidak sedikit yang menyampaikan bahwa ini adalah pengalaman pertama mereka mencoba functional training secara lengkap dan terstruktur. Beberapa siswa mengatakan bahwa latihan tersebut terasa lebih menyenangkan dibandingkan olahraga rutin di sekolah karena melibatkan berbagai variasi gerak dan tantangan.
Ketua tim PKM, Bhekti Lestari, S.Pd., M.Kes., menyampaikan bahwa program Gym to School merupakan bagian dari komitmen Unesa dalam meningkatkan literasi kebugaran remaja di Jawa Timur. Functional training dipandang sebagai bentuk latihan yang mudah diadaptasi oleh siapapun khususnya siswa karena tidak membutuhkan alat khusus yang mahal. Gerakan dapat dimodifikasi sesuai kemampuan dan dapat dilakukan di halaman, lapangan, maupun ruang terbuka lainnya. Selain memberikan pengalaman langsung, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Di tengah tantangan era digital yang membuat remaja cenderung pasif, program seperti ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi mereka untuk lebih aktif bergerak.
Kegiatan Gym to School di SMA Negeri 3 Sidoarjo berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari seluruh peserta. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga praktik langsung mengenai konsep functional training yang aplikatif dan menyenangkan. Kehadiran tim PKM Unesa menjadi bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun generasi muda yang sehat, kuat, dan berpengetahuan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjalin kerja sama lanjutan antara Unesa dan sekolah-sekolah di Jawa Timur dalam pengembangan kebugaran dan edukasi olahraga yang inovatif. Dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan para peserta, kegiatan serupa berpotensi memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesehatan pelajar. RED-RIF



