SOSOK

Menjaga KEADILAN dengan LOGIKA dan Merawat KEDAMAIAN dengan NADA, Mengapa Banyak PAKAR HUKUM Top RI Terjun ke Dunia SENI ?

SuraBaya-KIO. JUBAH Hitam HUKUM serta PALU SIDANG dan tumpukan BERKAS perkara sering kali MENCITRAKAN sebuah DUNIA yang kaku, dingin dan tanpa KOMPROMI. Namun, jika kita menyelami lebih dalam LANSKAP budaya INDONESIA, sebuah FENOMENA inipun MENARIK justru muncul ke permukaan, beberapa PEMIKIR pakar hukum paling TANGGUH di negeri ini ternyata memiliki KEPEKAAN rasa yang luar biasa tinggi di dunia SENI dan SASTRA.

Sebut saja Prof. Dr. Drs. H. AMRAN Suadi, S.H., M.Hum., M.M., seorang HAKIM Agung LEGENDARIS dan mantan Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI. Di balik REPUTASI besarnya sebagai PAKAR hukum ARBITRASE dan penyelesaian sengketa nasional, Prof. AMRAN sejak muda dikenal memiliki DNA seni yang kental, mulai dari aktif menulis CERITA radio, bermain TEATER, hingga memenangkan kejuaraan Stand UP Comedy MahaSiswa.

Jalur paralel ini juga diikuti oleh Prof. Dr. YANTO, S.H., M.H., Hakim Agung yang di luar ruang sidang TERSOHOR sebagai dalang WAYANG KULIT profesional (dandapala.com, dilmil-padang.go.id) serta Dr. MIA Amiati, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang AKTIF menulis LIRIK lagu emosional [kominfo.jatimprov.go.id]. Jangan lupakan pula LEGENDA hukum korporat seperti KADRI Mohamad, S.H., yang SUKSES menyeimbangkan kariernya sebagai TOP 100 LAWYER sekaligus VOKALIS Band Rock ternama [beritasatu.com].

Kini, pola UNIK ini dilanjutkan oleh ANANDYO Susetyo, S.H., M.H., CPM,CPArb atau yang akrab disapa ANTON. Di dunia HUKUM Jawa Timur, namanya harum sebagai Ketua Dewan Sengketa Indonesia (DSI) Jatim dan koordinator Mediator Non-Hakim yang BERHASIL membawa Pengadilan Negeri SuraBaya meraih PREDIKAT peringkat pertama NASIONAL tahun 2025 dalam pelaksanaan MEDIASI seluruh INDONESIA. Namun di dunia MUSIK, ia adalah OTAK kreatif produser dan penulis LIRIK di balik proyek MUSIK independen RIMAKU.

dari kiri urutan ke-2 Prof AMRAN Suadi dan urutan ke-2 dari kanan adalah ANTON berkaca mata tanpa PECI

Secara PSIKOLOGI dari SENI dan HUKUM bahwa FENOMENA ini bukanlah KEBETULAN seba MENGADILI dan MENDAMAIKAN berbagai SENGKETA manusia membutuhkan INTUISI keadilan (Sense of Justice) yang TAJAM. Menariknya, INSTRUMEN terbaik untuk mengasah intuisi tersebut adalah SENI (Sense of ART). FiloSofi hidup Prof. Amran Suadi yang terkenal untuk selalu “memudahkan urusan orang lain” TERWUJUD secara HARMONIS dalam VISI mediasi yang diemban ANANDYO Susetyo di PENGADILAN.

Melalui lagu-lagu RIMAKU seperti “Di UJUNG PERBEDAAN Selalu Ada PERSAMAAN”, lirik PERDAMAIAN yang ditulis ANTON tidak terdengar seperti jargon KLISE dan LIRIK itu terasa hidup, jujur dan memiliki bobot EMOSIONAL yang magis karena LAHIR dari tangan seorang PRAKTISI yang sehari-harinya memang bertugas mendamaikan KONFLIK nyata di dunia hukum yang sejalan dengan nilai-nilai PERDAMAIAN yang selalu DIPERJUANGKAN para PENDEKAR hukum SENIOR tanah air.

Bagi GENERASI sekarang (Gen Z), kehadiran RIMAKU yang didukung oleh latar belakang profesi unik pembuatnya memberikan sebuah VALUE-based marketing yang KUAT. Mereka tidak sekadar mendengarkan LAGU pop indie bertempo MELOW seperti “Dalam PELUKAN Waktu”, lagu up beat motivasi “Beri Senyummu” atau tema nasionalis seperti “Merah Putih Membara”, mereka sedang mendengarkan sebuah MANIFESTO kedamaian dari seseorang yang benar-benar PAHAM cara meredam EGO manusia.

Lewat ALUNAN musik RIMAKU adalah BUKTI otentik bahwa di bawah LANGIT yang sama, Logika HUKUM yang TEGAS dan KELEMBUTAN nada MUSIK dapat MELEBUR menjadi satu HARMONI yang MENYEMBUHKAN, begitu, “ujar ANANDYO Susetyo, S.H., M.H., CPM,CPArb atau yang AKRAB dikenal ANTON di dunia HUKUM Jawa Timur sebagai Ketua Dewan Sengketa Indonesia (DSI) Jatim itu. RED–HEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 10 seconds