Diduga Terjadi PenyalagGunaan DATA BanSos di Kantor Desa Kebon Rejo, NAMA Terdaftar di DTKS Namun MENDADAK Beralih PENERIMA tanpa PEMBERITAHUAN
Pasuruan-KIO– Program Bantuan Sosial (BanSos) merupakan bagian dari strategi NASIONAL pemerintah dalam memperkuat jaring PENGAMAN sosial bagi kelompok RENTAN yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional dan Perum BULOG yang berupa beras sebanyak 20 KiloGram dan 4 liter minyak goreng yang telah terikat pada DATA pribadi penerima yang DIVERIFIKASI dan TERDAFTAR di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Namun kurangnya PENGAWASAN dalam PROSES penyaluran BANSOS di desa KebonRejo, Kecamatan GRATI, Kabupaten PASURUAN membuat CELAH bagi pihak OKNUM yang diduga tidak bertanggungjawab demi FINANSIAL atau diduga ada unsur KESENGAJAAN. Sehingga BERPOTENSI penyaluran bantuan tidak tepat SASARAN.
Di tengah pelaksanaan program MULIA pemerintah ini, seorang warga setempat yang tercatat sebagai penerima bantuan sembako, MENGELUH adanya dugaan PRAKTIK peralihan PENERIMA bantuan yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional dan Perum BULOG tanpa KEJELASAN dan BERITA acara ataupun PEMBERITAHUAN apapun seoalah asal COMOT nama saja.
(NH) 39 tahun seorang warga setempat, tahun-tahun sebelumnya dan bulan kemarin mereka rutin mendapat bantuan tanpa KENDALA, kini baru mengetahui jika namanya sudah tidak TERDAFTAR sebagai penerima bantuan yang diumumkan di Kantor Desa. Padahal, ibu 3 anak ini, namanya ada dalam SITUS RESMI yang berdasarkan di APLIKASI cek BANSOS tercatat sebagai PENERIMA bantuan sosial sembako periode OKTOBER-DESEMBER 2025.
“Sempat KAGET karena tiba-tiba saja tidak dapat, padahal nama saya ada TERDAFTAR, loh mas sebagai PENERIMA bantuan SEMBAKO dan saya dapatkan INFORMASI itu dari Ketua RT pada saat membagikan UNDANGAN bagi para PENERIMA bantuan, jika dirinya tidak dapat. Kemudian saya MENGHUBUNGI keluarga dari Kepala Desa yang berinisial MK melalui TELEPON WhatsApp (WA) untuk menanyakan ALASAN nama saya mendadak HILANG dari daftar, “ucapnya, SABTU, 07/03/26.
“Ndak ada ALASAN yang JELAS dan hanya BILANG, kata MK, bantuan yang seharusnya saya TERIMA diberikan kepada orang yang tidak mendapatkan BANTUAN, ”tiru ucapan MK kepada NH. Lebih lanjut ia menjelaskan, jika dirinya sempat SENANG saat di CEK amplikasi BANSOS mendapatkan bantuan SEMBAKO periode OKTOBER-DESEMBER. Eh tiba-tiba bantuan itu DIALIHKAN kan tanpa ada BERITA acara PERALIHAN. “Kalau dialihkan, itu kan seharusnya ada BERITA acaranya dan yang saya TAKUTKAN dialihkan kepada PENERIMA yang tidak mempenuhi KRITERIA, “keluh NH.
Sementara itu, CAMAT Grati yakni Nanang MUJI Laksono,S.H.,M.Hum., saat dihubungi WARTAWAN lewat WA di nomor 857-XXXX-XX70 MINGGU, (8/3/26) belum memberikan KETERANGAN atau TANGGAPAN dan lebih memilih BUNGKAM yang TERKESAN adanya dugaan menutupi PRAKTIK dugaan PenyalahGunaan DATA penerima BansSos yang terjadi di PemDes Kebon Rejo tersebut.
Hingga BERITA ini DITAYANGKAN, belum ada keterangan RESMI dari pihak kepala desa Kebon Rejo yaitu M. SAHLAN dan RED-AKSi tetap membuka RUANG bagi pihak Kepala Desa (KADES) untuk memberikan PENJELASAN guna mempenuhi Kode ETIK dalam PEMBERITAAN yang akan disampaikan kepada PUBLIK sebagai INFORMASI yang TRANSPARAN dan BERIMBANG sebab MASYARAKAT juga BERHARAP di sini pada DINAS terkait untuk bergerak CEPAT dalam MERESPON berbagai KELUHAN masyarakat agar ke depan seluruh BANTUAN dari PEMERINTAH dapat DIREALISASIKAN tepat SASARAN dan tidak disalahgunakan oleh oknum mana pun. NUR



