INVESTIGASI

Kandang Ayam BumDes WatuPrapat Diduga Belum RAMPUNG dan Tak BERFUNGSI, Realisasi Anggaran Syarat ManiPulasi

Pasuruan-KIO. Pengadaan kandang ayam dari program Ketahanan Pangan TA 2025 di Desa WatuPrapat, Kecamatan NGULING, Kabupaten Pasuruan diduga syarat KORUPSI. Pasalnya, hingga awal MEI 2026, kandang tersebut belum juga RAMPUNG dan tak terisi.

Pantauan di lapangan, Jum’at (8/5/26), adanya sejumlah kejanggalan terkait pembangunan kandang ayam BUMdes Watuprapat tepatnya di Dusun Pring yang terlihat belum RAMPUNG dan tidak dimanfaatkan secara OPTIMAL. Bahkan, muncul dugaan penggunaan dana tidak sesuai peruntukan, meski hal tersebut masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Camat NGULING yakni ROKHMAN, S,Pd, saat dihubungi WARTAWAN melalui WhatsApp (WA) mengatakan bahwa memang kandang tersebut belum selesai dan MENUNGGU anggaran dari tahun 2026. “Kalau untuk kandang ayam tahun 2025 itu anggaran dari Silpa mas, “balas CAMAT lewat pesan WA, Jum’at (8/5/26).

Namun saat ditanya pada pembangunan kandang ayam pada tahun 2022. Ia menjelaskan jika pembangunan kandang itu ada dan dulu memang di isi ayam potong. “Karena bukan ahlinya akhirnya bangkrut mas, dan sekarang kandangnya sudah ROBOH angin DITERPA puting beliung, “lanjutnya.

Di tempat terpisah, menurut informasi dari masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya kepada Awak Media menyampaikan, bahwa kandang tersebut tidak pernah roboh terkena puting beliung. “Ngak ada KANDANG yang terkena puting beliung pak, yang ada pembangunan kandang ayam MANGKRAK, “ucapnya dan mewanti-wanti agar namanya tidak DIPUBLIKASIKAN.

Sementara itu, Kepala Desa WatuPrapat yaitu MARIONO, saat dikonfirmasi awak media Senin, (11/5/26) melalui via WA menjelaskan terkait dengan pembangunan kandang ayam mangkrak. “Iya mas itu memang LAMBAT karena masih perbaikan RAB-nya perubahan tapi hari RABU ini sudah mulai GARAP bahan ya hari RABU di kirim, “jelas MARIONO namun dirinya tidak memberikan PENJELASAN secara detail.

Diketahui program tersebut, dalam realisasi anggaran dari sumber Dana Desa (DD) TA 2022 kurang lebih sekitar Rp 150 juta, peningkatan produksi peternakan pengelolahan, dan (bibit ayam) Rp. 100 juta. Selain itu, TA 2023 juga mengganggarkan peningkatan produksi peternakan pengelolahan kurang lebih sekitar Rp. 150 juta.

Tak hanya itu, pembangunan peningkatan produksi peternakan pada tahun 2025 diduga dianggarkan kurang lebih sekitar Rp. 200 juta untuk membangun peternakan ayam petelur. Namun, terlihat di lapangan tak rampung dan terbengkalai, diduga tak dilaksanakan secara maksimal.

Penggunaan anggaran Dana ratusan juta rupiah yang seharusnya mensejahterakan masyarakat Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, kini terkesan terbuang percuma. Hasil dari INVESTIGASI tim MEDIA ini, diduga kuat telah terjadi praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Ini sangat disayangkan. Kandang ayamnya belum rampung, dan tidak ada isinya. Anggaran yang cukup besar itu jadi tidak ada manfaatnya sama sekali. Lemahnya PENGAWASAN dari instansi terkait, seperti Tim Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Dana Desa Kecamatan NGULING melaksanakan kegiatan MONITORING dan EVALUASI penggunaan serta pelaksanaan Dana Desa (DD) di Desa WatuPrapat, “tegasnya.

Bahkan, salah satu tim investigasi media menduga adanya GRATIFIKASI atau “PELICIN” dalam koordinasi antar pihak terkait. “Karena proyek tersebut menggunakan dana publik, maka prinsip keterbukaan dan akuntabilitas harus ditegakkan. Ini patut DICURIGAI. Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi, “katanya.

Desakan Audit : Diduga Mark UP dan Laporan Fiktif

Dugaan ketidaksesuaian ini memicu desakan agar inspektorat Kabupaten Pasuruan dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun dan mengaudit Dana Desa (DD) Desa WatuPrapat, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan tahun 2022, 2023 dan 2025.

PUBLIK menduga ada potensi Mark UP anggaran dan laporan FIKTIF, terutama pada pembangunan kandang ayam yang menelan anggaran dana ratusan juta rupiah selama berturut-turut yang diduga tidak sesuai dengan peruntukannya. (NUR) bersambung……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 10 seconds